Halaman

Selasa, 07 Agustus 2012

BESARAN


BESARAN

 

Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, misalnya panjang, massa, waktu, luas, berat, volume, kecepatan, dll. Warna, indah, cantik, bukan merupakan besaran karena tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Besaran dibagi menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
Besaran Pokok
Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Ada tujuh besaran pokok dalam sistem Satuan Internasional yaitu Panjang, Massa, Waktu, Suhu, Kuat Arus, Jumlah molekul, Intensitas Cahaya.
Panjang adalah dimensi suatu benda yang menyatakan jarak antar ujung. Panjang dapat dibagi menjadi tinggi, yaitu jarak vertikal, serta lebar, yaitu jarak dari satu sisi ke sisi yang lain, diukur pada sudut tegak lurus terhadap panjang benda. Dalam ilmu fisika dan teknik, kata “panjang” biasanya digunakan secara sinonim dengan “jarak”, dengan simbol “l” atau “L” (singkatan dari bahasa Inggris length).
Massa adalah sifat fisika dari suatu benda, yang secara umum dapat digunakan untuk mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda.Massa merupakan konsep utama dalam mekanika klasik dan subyek lain yang berhubungan.
Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Sebagai contoh: masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Berbeda dengan masyarakat Barat, masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir.
Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.
Jumlah molekul, Intensitas Cahaya
Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok atau besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah Berat, Luas, Volume, Kecepatan, Percepatan, Massa Jenis, Berat jenis, Gaya, Usaha, Daya, Tekanan, Energi Kinetik, Energi Potensial, Momentum, Impuls, Momen inersia, dll. Dalam fisika, selain tujuh besaran pokok yang disebutkan di atas, lainnya merupakan besaran turunan. Besaran Turunan selengkapnya akan dipelajari pada masing-masing pokok bahasan dalam pelajaran fisika.
Untuk lebih memperjelas pengertian besaran turunan, perhatikan beberapa besaran turunan yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok berikut ini.
Luas = panjang x lebar
= besaran panjang x besaran panjang
= m x m
= m2
Volume = panjang x lebar x tinggi
= besaran panjang x besaran panjang x besaran Panjang
= m x m x m
= m3
Kecepatan = jarak / waktu
= besaran panjang / besaran waktu
= m / s

Alat Ukur Besaran
Alat Ukur Besaran Pokok
Besaran Pokok
Alat Ukur
Panjang
Mistar, Jangka sorong, mikrometer sekrup
Massa
Neraca (timbangan)
Waktu
Stop Watch
Suhu
Termometer
Kuat Arus
Amperemete
Jumlah molekul
Tidak diukur secara langsung *
Intensitas Cahaya
Light meter


* Jumlah zat tidak diukur secara langsung seperti anda mengukur panjang dengan mistar. Untuk mengetahui jumlah zat, terlebih dahulu diukur massa zat tersebut. selengkapnya dapat anda pelajari pada bidang studi Kimia.



PENGUKURAN


PENGUKURAN

Untuk mencapai suatu tujuan tertentu di dalam fisika, kita biasanya melakukan pengamatan yang disertai dengan pengukuran. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan sebagai patokan. Dalam fisika pengukuran merupakan sesuatu yang sangat vital. Suatu pengamatan terhadap besaran fisis harus melalui pengukuran. Pengukuran-pengukuran yang sangat teliti diperlukan dalam fisika, Lord Kelvin, seorang ahli fisika berkata, bila kita dapat mengukur yang sedang kita bicarakan dan menyatakannya dengan angka-angka, berarti kita mengetahui apa yang sedang kita bicarakan itu dan agar gejala-gejala peristiwa yang akan terjadi dapat diprediksi dengan kuat.
Pengukuran adalah perbandingan dengan standar -- William Shockley. Pengukuran sebenarnya merupakan proses pembandingan nilai besaran yang belum diketahui dengan nilai standar yang sudah ditetapkan.
Tujuan Pengukuran:
    1. Mencari nilai korelasi
    2. Menginterpretasi
    3. Membandingkan dengan nilai-nilai teoritis
Pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Secara Langsung
Yaitu ketika hasil pembacaan skala pada alat ukur, langsung menyatakan nilai besaran yang diukur, tanpa menggunakan rumus untuk menghitung nilai yang diinginkan.
2. Secara tidak langsung
Yaitu dalam pengukuran memerlukan penghitungan tambahan untuk mendapatkan nilai besaran yang diukur.
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, faktor yang harus diperhatikan antara lain :
- alat ukur yang dipakai
- aturan angka penting
- posisi mata pengukuran (paralax)
Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar x0. Kesalahan dapat digolongkan menjadi tiga golongan :
1. Keteledoran
Umumnya disebabkan oleh keterbatasan pada pengamat, diantaranya kurang terampil menggunakan instrumen, terutama untuk instrumen canggih yang melibatkan banyak komponen yang harus diatur atau kekeliruan dalam melakukan pembacaan skala yang kecil.
2. Kesalahan sistmatik
Adalah kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bilangan (kuantitatif), contoh : kesalahan pengukuran panjang dengan mistas 1 mm, jangka sorong, 0,1 mm dan mikrometer skrup 0,01 mm
3. Kesalahan acak
Merupakan kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bialangan (kualitatif),
Contoh :
- kesalahan pengamat dalam membaca hasil pengukuran panjang
- pengabaian pengaruh gesekan udara pada percobaan ayunan sederhana
- pengabaian massa tali dan gesekan antar tali dengan katrol pada percobaan hukum II Newton.
Dalam penentuan hasil pengukuran dalam bidang kesehatan dapat terjadi:
a.       False Positif : suatu error (penyimpangan) yang terjadi dimana penderita dinyatakan menderita suatu penyakit pada hal sama sekali tidak.
b.      False Negatif : suatu error yang terjadi dimana penderita dinyatakan tidk sakit pada hal penderita tersebut menderita suatu penyakit.
Ketidakpastian pada Pengukuran
Ketika mengukur suatu besaran fisis dengan menggunakan instrumen, tidaklah mungkin akan mendapatkan nilai benar X0, melainkan selalu terdapat ketidakpastian. Ketidakpastian ini disebabkan oleh beberapa hal misalnya batas ketelitian dari masing-masing alat dan kemampuan dalam membawa hasil yang ditunjukkan alat ukur.

Istilah dalam Pengukuran
· Ketelitian (accuracy)
adalah suatu ukuran yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai yang diukur terhadap nilai benar X0,  yaitu seberapa dekat hasil suatu pengukuran dengan nilai yang sesungguhnya.
· Kepekaan
adalah ukuran minimal yang masih dapat dideteksi (dikenal) oleh instrumen, misal galvanometer memiliki kepekaan yang lebih besar dar ipada Amperemeter / Voltmeter.
· Ketepatan (precision)
adalah suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang sama. berkaitan dengan perlakuan dalam proses pengukuran, penyimpangan hasil ukuran dan jumlah angka desimal yang dicantumkan dalam hasil pengukuran.
Cara meningkatkan ketelitian antara lain:
1. Waktu membaca alat ukur posisi mata harus benar
2. Alat yang dipakai mempunyai ketelitian tinggi
3. Melakukan pengukuran berkali-kali
4. Kaliberasi sepatutnya terhadap peralatan yang digunakan























 


 

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ILMU FISIKA


SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ILMU FISIKA

Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), "alamiah", dan φύσις (physis), "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika. Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas.
ž  fisika (dalam bahasa inggris “Physic”) ialah ilmu yang mempelajari aspek-aspek alam yang dapat dipahami dengan dasar-dasar pengertian terhadap prinsip-prinsip dan hukum-hukum elemennya.
ž  Adapun pengertian fisika dari sumber lain seperti dari ensiklopedia bebas dunia internet “wikipedia.org” yang berbunyi fisika adalah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penemuan dan pemahaman mendasar hukum-hukum yang menggerakkan materi, energi, ruang dan waktu.
ž  Ruang lingkup ilmu fisika adalah mempelajari alam semesta dari partikel yang kecil sampai yang besar sekali yaitu alam semesta

Periode Perkembangan Ilmu Fisika
Menurut Richtmeyer, sejarah perkembangan ilmu fisika dibagi dalam empat periode yaitu:
  • Periode Pertama
Dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550 an. Pada periode pertama ini dikumpulkan berbagai fakta fisis yang dipakai untuk membuat perumusan empirik. Dalam periode pertama ini belum ada penelitian yang sistematis. Beberapa penemuan pada periode ini diantaranya :

2400000 SM - 599 SM: Di bidang astronomi sudah dihasilkan Kalender Mesir dengan 1 tahun = 365 hari, prediksi gerhana, jam matahari, dan katalog bintang. Dalam Teknologi sudah ada peleburan berbagai logam, pembuatan roda, teknologi bangunan (piramid), standar berat, pengukuran, koin (mata uang).

600 SM – 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan matematika. Dalam bidang Astronomi sudah ada pengamatan tentang gerak benda langit (termasuk bumi), jarak dan ukuran benda langit. Dalam bidang sain fisik Physical Science, sudah ada Hipotesis Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom. Archimedes memulai tradisi “Fisika Matematika” untuk menjelaskan tentang katrol, hukum-hukum hidrostatika dan lain-lain. Tradisi Fisika Matematika berlanjut sampai sekarang.

530 M – 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di Timur Tengah. Dalam kurun waktu ini terjadi Perkembangan Kalkulus. Dalam bidang Astronomi ada “Almagest” karya Ptolomeous yang menjadi teks standar untuk astronomi, teknik observasi berkembang, trigonometri sebagai bagian dari kerja astronomi berkembang. Dalam Sain Fisik, Aristoteles berpendapat bahwa gerak bisa terjadi jika ada yang nendorong secara terus menerus; kemagnetan berkembang ; Eksperimen optika berkembang, ilmu Kimia berkembang (Alchemy).

1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting dalam revolusi saintifik. Sudah ada arah penelitian yang sistematis.

  • Periode Kedua
Dimulai dari tahun 1550an sampai tahun 1800an. Pada periode kedua ini mulai dikembangkan metoda penelitian yang sistematis dengan Galileo dikenal sebagai pencetus metoda saintifik dalam penelitian. Hasil-hasil yang didapatkan antara lain:

Kerja sama antara eksperimentalis dan teoris menghasilkan teori baru pada gerak planet.
Newton: meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang sampai sekarang masih dipakai. Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula Persamaan Bernoulli, Teori Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum Sudut, Persamaan Lagrange.

Dalam Fisika Panas ada penemuan termometer, azas Black, dan Kalorimeter.

Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.

Dalam Kelistrikan ada klasifikasi konduktor dan nonkonduktor, penemuan elektroskop, pengembangan teori arus listrik yang serupa dengan teori penjalaran panas dan Hukum Coulomb.

  • Periode Ketiga
Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.

Dalam Mekanika diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian dipakai dalam Fisika Kuantum), Persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika.

Dalam Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas, penjalaran panas dan lain-lain.

Dalam Listrik-Magnet diformulasikan Hukum Ohm, Hukum Faraday, Teori Maxwell dan lain-lain.

Dalam Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi dan lain-lain.

  • Periode Keempat
Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang. Pada akhir abad ke 19 ditemukan beberapa fenomena yang tidak bisa dijelaskan melalui fisika klasik. Hal ini menuntut pengembangan konsep fisika yang lebih mendasar lagi yang sekarang disebut Fisika Modern. Dalam periode ini dikembangkan teori-teori yang lebih umum yang dapat mencakup masalah yang berkaitan dengan kecepatan yang sangat tinggi (relativitas) atau/dan yang berkaitan dengan partikel yang sangat kecil (teori kuantum).

Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstein menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah kesetaraan massa dan energi E=mc2 yang dipakai sebagai salah satu prinsip dasar dalam transformasi partikel.

Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh Schroedinger, Pauli , Heisenberg dan lain-lain, melahirkan teori-teori tentang atom, inti, partikel sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.

Bidang Utama dalam Fisika:
1. Astrofisika : Kosmologi, Ilmu planet, Fisika plasma, BigBang, Inflasi kosmik,
    Relativitas umum, Hukum gravitasi universal.
2. Fisika atom, molekul dan optik
3. Fisika partikel :Fisika Akselerator dan Fisika nuklir.
4. Fisika benda kondensasi :Fisika benda padat, Fisika material, Fisika polimer dsb.


Peran Ilmu Fisika dalam Kesehatan:
  1. Penggunaan ilmu fisika untuk menentukan fungsi tubuh meliputi kesehatan dan penyakit. Dalam hal ini dapat pula disebut faal fisika.
  2. Penggunaan fisika dalam praktek kedokteran meliputi pengetahuan tentang benda/alat yang digunakan untuk diagnostik, pengobatan/terapi dan sebagainya.

 

 

Penemuan-Penemuan Hebat Dalam Bidang Fisika

Jika kita urutkan berdasarkan tahun penemuan para ilmuwan dahulu dalam menemukan hukum-hukum alam, mulai dari penemuan oleh Galileo hingga terungkapnya empat gaya fundamental alam. Tak perlu menunggu lama, mari kita langsung melihatnya:
  1. Hukum Falling Bodies (1604). Galileo Galilei menjungkirbalikkan hampir 2.000 tahun Aristoteles keyakinan bahwa benda lebih berat jatuh lebih cepat daripada yang lebih ringan dengan membuktikan bahwa semua benda jatuh dengan kecepatan yang sama.
  2. Universal Gravitation (1666). Isaac Newton sampai pada kesimpulan bahwa semua benda di alam semesta, dari apel ke planet, mengerahkan gaya tarik gravitasi satu sama lain.
  3. Laws of Motion (1687). Isaac Newton perubahan pemahaman kita tentang alam semesta dengan merumuskan tiga hukum untuk menjelaskan gerakan benda. 1) Sebuah benda yang bergerak tetap bergerak, kecuali jika gaya eksternal diberikan kepadanya. 2) Hubungan antara massa sebuah benda (m), percepatan (a) dan diterapkan gaya (F) adalah F = ma. 3) Untuk setiap aksi ada reaksi sama dan berlawanan.
  4. Hukum Kedua Termodinamika (1824 - 1850). Ilmuwan yang bekerja untuk meningkatkan efisiensi mesin uap mengembangkan pemahaman tentang konversi panas menjadi kerja. Mereka belajar bahwa aliran panas dari yang lebih tinggi ke temperatur yang lebih rendah adalah apa yang mendorong sebuah mesin uap, menyerupakan proses aliran air yang mengubah roda penggilingan. Pekerjaan mereka mengarah pada tiga prinsip: panas mengalir secara spontan dari panas ke dingin tubuh; panas tidak bisa sepenuhnya dikonversi menjadi bentuk lain energi; dan sistem menjadi lebih teratur dari waktu ke waktu.
  5. Elektromagnetisme (1807 - 1873). Percobaan perintis mengungkap hubungan antara listrik dan magnet dan mengarah pada satu set persamaan yang menyatakan hukum dasar yang mengatur mereka. Salah satu hasil hasil eksperimen secara tak terduga dalam kelas. Pada 1820, fisikawan Denmark Hans Christian Oersted sedang berbicara kepada siswa tentang kemungkinan bahwa listrik dan magnet saling berhubungan. Selama kuliah, sebuah eksperimen menunjukkan kebenaran teori-nya di depan seluruh kelas.
  6. Relativitas Khusus (1905). Albert Einstein menggulingkan asumsi-asumsi dasar tentang waktu dan ruang dengan menjelaskan bagaimana jam berdetak lebih lambat dan jarak muncul untuk meregangkan sebagai objek mendekati kecepatan cahaya.
  7. E = mc ^ 2 (1905). Atau energi adalah sama dengan massa kali kecepatan cahaya kuadrat. Albert Einstein rumus terkenal membuktikan bahwa massa dan energi adalah manifestasi yang berbeda dari hal yang sama, dan bahwa jumlah yang sangat kecil massa dapat dikonversi menjadi jumlah yang sangat besar energi. Salah satu implikasi mendalam penemuan adalah bahwa tidak ada objek dengan massa yang bisa pergi lebih cepat daripada kecepatan cahaya.
  8. The Quantum Leap (1900 - 1935). Untuk menggambarkan perilaku partikel-partikel subatomik, satu set hukum-hukum alam yang dikembangkan oleh Max Planck, Albert Einstein, Werner Heisenberg dan Erwin Schrödinger. Sebuah lompatan kuantum didefinisikan sebagai perubahan dari sebuah elektron dalam sebuah atom dari satu keadaan energi yang lain. Perubahan ini terjadi sekaligus, tidak secara bertahap.
  9. The Nature of Light (1704 - 1905). Pemikiran dan eksperimentasi oleh Isaac Newton, Thomas Young dan Albert Einstein mengarah pada pemahaman tentang apa cahaya, bagaimana berperilaku, dan bagaimana ditularkan. Menggunakan prisma Newton untuk memecah cahaya putih menjadi warna dan konstituennya prisma lain untuk mencampur warna dalam cahaya putih, membuktikan bahwa cahaya berwarna putih dicampur bersama-sama membuat cahaya. Young menetapkan bahwa cahaya adalah gelombang dan menentukan panjang gelombang warna. Akhirnya, Einstein mengakui bahwa cahaya selalu bergerak pada kecepatan konstan, tidak peduli kecepatan pengukur.
  10. Neutron (1935). James Chadwick menemukan neutron, yang, bersama-sama dengan proton dan elektron terdiri dari atom. Temuan ini secara dramatis mengubah model atom dan mempercepat penemuan dalam fisika atom.
  11. Superkonduktor (1911 - 1986). Penemuan yang tidak terduga bahwa beberapa material tidak memiliki perlawanan terhadap aliran listrik janji untuk merevolusi industri dan teknologi. Superkonduktivitas terjadi dalam berbagai material, termasuk unsur sederhana seperti timah dan alumunium, berbagai logam paduan dan senyawa keramik tertentu.
  12. Quark (1962). Murray Gell-Mann mengusulkan keberadaan partikel dasar yang menggabungkan komposit membentuk objek seperti proton dan neutron. Proton dan neutron masing-masing mengandung tiga quark.
  13. Nuclear Forces (1666 - 1957). Penemuan kekuatan dasar di tempat kerja pada tingkat subatomik menimbulkan kesadaran bahwa semua interaksi di alam semesta adalah hasil dari empat gaya fundamental alam - yang kuat dan gaya nuklir lemah, gaya elektromagnetik dan gravitasi.

Sabtu, 30 Juni 2012

KETEKUNAN AYUB


Mengapa Anda mau percaya pada Allah? Apakah karena Anda mau mendapatkan manfaat dan berkat dari Allah dan bukannya mau menjadi sahabat karibNya? Jika demikian, Allah bagi Anda tidak ada bedanya dengan ilah yang lain.

SERI PENDALAMAN ALKITAB YAKOBUS (34) – Ketekunan Ayub
Oleh Pendeta Jeremiah

Hari ini kita akan melihat pada Yakobus 5.11 bersama-sama, mengenai ketekunan Ayub. Sebelum kita mulai, mari kita kembali ke ayat 9 dan membuat sedikit komentar tambahan. Ayat 9 memperingatkan kita untuk jangan bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kita tidak dihakimi nantinya. Kata ‘bersungut-sungut’ pada intinya bermakna bahwa terdapat keluhan ketidak-puasan atau kekecawaan di dalam hati terhadap sesama.Contohnya, saat seorang saudara menyinggung perasaan Anda lewat kata-kata, Anda akan mempunyai banyak pemikiran yang tidak baik di dalam hati Anda dan Anda akan mulai bersungut-sungut dan tidak puas terhadapnya. Saat kita mempunyai pemikiran demikian di dalam kita, hal itu akan secara langsung mempengaruhi hubungan kita dengan saudara itu. Hubungan Anda dengan dia tidak lagi seharmonis sebelumnya. Anda bahkan akan berusaha untuk menghindarinya dan jika ada kesempatan, Anda mungkin akan membalasnya dengan kata-kata sebagaimana yang telah dia lakukan terhadap Anda.

Jika ketidakpuasan di dalam hati kita terhadap saudara itu tidak langsung ditangani, hal itu akan dengan cepat terungkap di dalam tindakan kita. Banyak fitnah, perselisihan, iri hati bermula dengan kebiasaan bersungut-sungut di dalam hati. Yakabus memperingatkan kita di sini bahwa jika kita tidak menangani keluhan-keluhan kita terhadap sesama, kita akan berhadapan dengan penghakiman Allah. Di ayat 9, dia bahkan berkata bahwa penghakiman Allah sudah ada di pintu, yang bermakna masalah bersungut-sungut terhadap sesama di dalam gereja sudah mencapai tingkat yang sangat serius. Jika gereja tidak dengan cepat bertobat, penghakiman Allah akan jatuh pada gereja. Inilah justru alasannya mengapa Yakobus di Yak. 5.16 menghimbau saudara-saudara seiman untuk saling mengakui dan berdoa untuk sesama, supaya kita tidak jatuh di bawah penghakiman Allah.


Saya tidak tahu apakah Anda menjadi sangat kaget dan terkejut setelah membaca beberapa ayat tadi. Mengapa Allah menghakimi kita atas hal yang begitu sepele seperti bersungut-sungut terhadap sesama? Jika kita saling memfitnah, menyebabkan perselisihan dan perkelahian di dalam gereja, apa yang akan menjadi akibatnya? Saya mau meningkatkan pemahaman kita tentang kekudusan lewat ayat-ayat ini. Gereja masa kini mempunyai tingkat kekudusan yang sangat rendah, sedemikian rendah, bahkan orang yang berselingkuh, memfitnah dan berkelahi bisa keluar masuk gereja secara bebas dan terbuka. 

Hari ini sangat berleluasa pemahaman yang menekankan bahwa orang Kristen tetap bisa diselamatkan sekalipun dia tidak bertobat dari dosanya. Ada orang yang berpendapat bahwa penghakiman Allah yang disebutkan oleh Yakobus merujuk kepada kehilangan upah surgawi dan bukannya kehilangan keselamatan kita. Pemahaman yang sedemikian bukanlah dari Alkitab. Mari kita membaca, Yak. 5.19-20. Kata-kata Yakobus ini ditujukan keapda saudara-saudara seiman – Jika seorang saudara berbuat dosa, menyimpang dari kebenaran, kita harus berusaha dengan segala cara dan upaya untuk membuatnya kembali. Jika dia tidak kembali dan bertobat, dia akan berakhir di dalam maut. Yakobus begitu peduli tentang masalah dosa justru karena dia tahu bahwa upah dosa adalah maut dan dosa akan mengakibatkan manusia binasa. Hanya lewat pertobatan, kita dapat memelihara diri kita di dalam anugerah Allah.

Mari kita melihat di 1 Ko. 11.17. Paulus berbicara kepada gereja Korintus di sini bahwa pertemuan-pertemuan mereka tidak mendatangkan kebaikan. Sebaliknya, mendatangkan keburukan. Mengapa saya tiba-tiba mengutip ayat ini? Karena saya mau kita semua mencatat bahwa tidak semua pertemuan diberkati oleh Tuhan. Jika ada iri hati, perselisihan, perselingkuhan, keserakahan dan fitnah di dalam gereja, apakah menurut Anda Allah akan bersama kita? Bukan hanya Allah tidak akan bersama kita, pertemuan kita bahkan akan membangkitkan amarah Allah karena kita telah menghujat nama-Nya di antara orang-orang tidak percaya. Kesalahan apa yang telah dilakukan oleh gereja di Korintus, yang menyebatkan Paulus menegur mereka dengan keras dengan berkata bahwa pertemuan mereka mendatangkan keburukan? Mari kita membaca ayat 18. Kita dapat melihat di sini bahwa terdapat masalah perpecahan. Berarti, terdapat rasa tidak enak hati di antara orang percaya, di mana setiap orang hanya bergaul dengan orang yang sependapat dengannya. Mereka tidak akan berhubungan dengan orang yang berbeda pendapat dengan mereka.

Kita juga dapat melihat apa penilaian Paulus terhadap kekudusan di dalam gereja. Hal perpecahan sangat lazim di dalam gereja masa kini dan kita tidak memandangnya sebagai dosa. Bagaimanapun, semua para rasul memandang hal ini sebagai persoalan yang sangat berat, karena mereka tahu bahwa jika terdapat tindakan yang tidak kudus dan ketidak-kudusan ini tidak langsung ditangani dengan pertobatan, Allah tidak akan senang dengan pertemuan mereka. Pertemuan-pertemuan mereka bahkan akan mengumpan penghakiman Allah. Itulah pelajaran yang mau diajarkan oleh Roh Kudus di Kisah Para Rasul 5. Jika Anda terus membaca di 1 Ko.11.27-32, Anda akan memahami mengapa Paulus tiba-tiba berbicara mengenai penghakiman Allah. Penghakiman di sini juga melibatkan makna displin. Saat kita hidup di dalam ketidak-kudusan, Allah akan mendisplin kita. Lewat sakit penyakit dan sedikit kelemahan, Dia memberitahu kita tentang dosa-dosa kita supaya kita bisa bertobat sebelum terlambat, supaya kita tidak binasa.

Kata-kata Paulus sebenarnya sama dengan yang dikatakan oleh Yakobus. Mari kita baca Yak. 5.14-15 bersama-sama. Rasul Yakobus tiba-tiba berbicara mengenai hubungan di antatra sakit penyakit dengan dosa. Di ayat 15, dia secara khusus berbicara mengenai pengakuan dosa dan pertobatan. Saya harap Anda semua bisa melihat itu, apakah Yakobus atau Paulus, mereka sangat sadar akan standard Allah bagi kekudusan gereja. Kiranya kata-kata Yakobus juga mengingatkan kita supaya kita dapat menjadi sadar dan peka akan kekudusan Allah. Karena kita adalah anak-anak Allah, kita harus mengejar kehidupan yang kudus. Apakah dalam hal pemikiran, ucapan atau perbuatan, kita harus meniru kekudusan Bapa surgawi kita. Setelah mendengarkan kata-kata Yakobus, kita juga harus meneliti hati kita dan melihat apakah terdapat ketidak-puasan atau keluhan di dalam hati kita terhadap sesama. Jika ada, kita harus langsung bertobat. Hanya dengan cara itu kita dapat menjadi orang yang diberkati.


Hari ini, kita akan membaca Yak.5.11 bersama-sama yakni mengenai ketekunan Ayub. Di sini, kita dapat melihat bahwa Yakobus dengan khusus menyebut Ayub sebagai teladan bagi kita untuk mempelajari ketekunan. Di dalam dua studi yang terakhir tentang kitab Yakobus, kita telah berbicara mengenai pentinganya ketekunan. Kita telah berbicara mengenai bagaimana di akhir zaman, kita harus bertahan dan tidak mengizinkan kedurjanaan menguasai hati kita, terutamanya oleh godaan duniawi dan kekayaan. Di pesan yang lalu, kita berbicara mengenai ketekunan para nabi. Allah menginginkan setiap orang Kristen untuk dapat menjadi nabi-Nya untuk memberitakan pesan pertobatan di dalam nama Yesus di hari-hari terakhir ini. Memberitakan kebenaran di dalam nama Yesus,  kita akan diperhadapkan dengan banyak penolakan dan penderitaan. Bagaimanapun, kita harus selalu bertahan sama seperti para nabi, melakukan tugas-tugas yang telah Allah percayakan pada kita dengan setia.

Mengapa rasul Yakobus tiba-tiba mau kita meniru ketekunan Ayub di ayat 11? Apa yang harus ditekuni oleh Ayub? Saya perhatikan bahwa di ayat 11, Yakobus menggunakan kata Yunani yang lain untuk mengambarkan ketekunan. Kata yang dipakai mirip dengan yang dipakai di ayat 7-8. Kata itu juga muncul sebelumnya di Yak.1.3, 4 dan 12. Kata-kata ini semuanya berbicara mengenai godaan berkaitan dengan kelangsungan iman. Pokok ini membuat kita dapat melihat bahwa ketekunan yang dibutuhkan oleh Ayub adalah dalam hal pencobaan terhadap iman. Di dalam kesimpulan suratnya, Yakobus sekali lagi kembali kepada topik pencobaan iman. Dia telah sekali lagi memperingatkan bahwa saat berhadapan dengan pencobaan iman, kita harus ingat bagaimana Ayub bertahan dan bertekun di dalam pencobaan-pencobaan kita sampai dia dapat pada akhirnya menerima berkat-berkat dari Allah.

Seperti yang Petrus katakan di 1 Pet. 4.12, “Saudara-saudara yang terkasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang aneh terjadi atas kamu”. Pencobaan iman yang sedemikian adalah hal-hal yang tidak kita pahami, tapi ia tiba-tiba menimpa kita seperti yang terjadi kepada Ayub. Kejadian-kejadian demikian tidak dapat kita pahami dan jelaskan. Saya pernah mengenal seorang saudara yang berimigrasi dari Shanghai ke Amerika. Dia tidak  mendapatkan pekerjaan bahkan setelah pindah ke Amerika dan hidupnya menjadi sangat tidak terurus. Setelah itu dia menjadi Kristen, dan tidak lama setelah itu, istrinya berselingkuh dan lari mengikut seorang pria Amerika. Dia ditinggalkan bersama anaknya yang berusia tiga tahun. Saat ia sedang terpuruk, anaknya ditabrak seorang pengendara mobil yang juga seorang Kristen di parkiran gereja dan anak itu akhirnya mati setelah diantar ke rumah sakit. Anda dapat membayangkan betapa sedihnya saudara ini. Dia berkonsultasi ke pendeta-pendeta di berbagai gereja, menanyakan mengapa hal yang demikian terjadi pada anak yang begitu dikasihinya. Namun, tidak seorangpun yang dapat memberinya jawaban. Saya sendiri tidak dapat memberinya jawaban. Pengalamannya membuat saya memikirkan tentang pengalaman Ayub. Itu adalah pencobaan iman. Hanya Allah yang tahu tujuannya. Namun, ada satu hal yang sangat penting. Rasul Yakobus memberitahu kita bahwa ketekunan Ayub membawa dia untuk pada akhirnya menyadari bahwa Allah itu penuh belas kasihan dan kasih karunia.

Pencobaan seperti apa yang dialami oleh Ayub? Mari kita membaca Ayub 1.6-12. Di sini, kita membaca Iblis berbicara keapda Allah bahwa imannya Ayub dibangun di atas kekayaan yang telah Allah berikan kepadanya. Jika Allah mengambil semua warisannya, Ayub tidak akan lagi percaya pada Alah. Karena itu, Allah mengizinkan Ayub untuk menghadapi ujiannya yang pertama dari Iblis yaitu mengambil semua warisannya, anak-anaknya dan kekayaannya dalam sekelip mata. Namun, Ayub tidak meninggalkan Allah karena semua itu. Di akhir pasal 1, Kitab Suci memberitahu kita bahwa Ayub memuliakan Allah untuk semua yang dialaminya itu, jadi hal itu membuktikan bahwa iman Ayub terhadap Allah tidak didasarkan pada hal-hal materi.

Mari kita membaca Ayub 2.1-6. Di sini kita melihat bahwa Iblis berkata kepada Allah bahwa Ayub mengasihi hidupnya sendiri lebih dari kesetiaannya kepada Allah. Karena itu, Allah mengizinkan Iblis untuk menimpakan penderitaan ke atas tubuh jasmani Ayub di mana sekujur tubuhnya dipenuhi oleh borok. Namun, Ayub tidak meninggalkan Allah karena penderitaan-penderitaannya itu.

Pencobaan-pencobaan ke atas iman Ayub berlangsung untuk suatu periode waktu. Namun, Ayub pada akhirnya mengalahkan semuanya dan memelihara imannya terhadap Allah. Di dalam ujian iman ini, pelajaran apa yang mau Allah ajarkan pada Ayub? Mari kita membaca dari Ayub 42.1-6. Ayub menyatakan sesuatu yang sangat aneh di sana dan ia mengungkapkan pertobatannya terhadap Allah. Ayub bertobat dari hal apa? Di dalam mata kita, dia sangat benar dan orangnya hampir tanpa bercela. Ayub bertobat di hadapan Allah dalam hal apa? Setelah membaca buku Ayub, beberapa orang merasakan bahwa Allahlah yang telah menganiaya Ayub dan Allah kelewatan dalam menangani Ayub dalam cara itu. Seharusnya Allahlah yang meminta maaf kepada Ayub, tetapi mengapa Ayub yang harus bertobat?

Mari kita lihat di Ayub 42.5. Ayub berkata bahwa dia mendengar tentang Allah di waktu lampau, tapi sekarang ia benar-benar melihat Allah. Apa yang dimaksudkan olehnya? Itu berarti pengenalan Ayub akan Allah telah mengalami suatu terobosan sebagai akibat dari ujian iman ini. Pengenalannya akan Allah telah bergerak dari “mendengar” kepada “melihat” dan imannya pada Allah telah menuju tingkat yang lebih tinggi. Justru kaena hubungannya dengan Allah telah diperdalam, ia mempunyai pemahaman yang lebih mendalam akan dosa-dosanya yang membuatnya mengungkapkan pertobatannya terhadap Allah.

Apa dampak yang muncul dari ujian iman? Dampaknya adalah ia membuat hubungan kita dengan Allah semakin mendalam. Setelah mengalami pencobaan-pencobaan, Ayub menjadi sahabat Allah seperti Abraham. Ingat bagaimana Yak. 2.23 berbicara mengenai iman Abraham, ayat itu memberitahu kita bahwa Abraham adalah sahabatnya Allah. Allah mau setiap dari kita menjadi sahabatnya namun karena ketidak-kudusan kita, hubungan kita dengan Allah hanya dapat berhenti di tahap yang sangat dangkal. Itulah yang membuat kita tidak dapat melihat dosa-dosa dan ketidak-kudusan kita, Dia mengizinkan kita mengalami pencobaan iman yang dapat diibaratkan sebagai melewati api, proses yang membuat kita lebih bersih, lebih murni dan yang menuntun kita pada hubungan yang lebih mendalam dengan Allah, supaya kita dapat menjadi sahabat Allah.

Yang terakhir, saya mau menanyakan suatu pertanyaan: mengapa Anda mau percaya pada Allah? Apakah karena Anda mau mendapatkan manfaat dan berkat dari Allah dan bukannya mau menjadi sahabat karibNya? Jika demikian, Allah bagi Anda tidak ada bedanya dengan ilah yang lain. Jika kita tidak melihat bahwa Allah menyelamatkan kita dengan alasan untuk menjadikan sahabatNya, sama sekali tidak ada artinya menjadi seorang Kristen. Jika hati Anda terfokus pada mencari Allah, mengasihiNya dengan segenap hati dan pikiran dan menjadi sahabatNya, maka Anda berada di jalur iman yang benar. Bagaimanapun, Anda harus mempersiapkan hati dan pikiran untuk pencobaan-pencobaan iman. Saat Anda menghadapi pencobaan-pencobaan, janganlah melupakan teladan Ayub. Rasul Yakobus memberitahu kita orang yang demikian akan diberkati.

HIDUP ADALAH BELAJAR

Hidup Adalah BELAJAR ...
Belajar Bersyukur Meski tak Cukup, ..
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela, ..
Belajar Taat Meski Berat, ..

Belajar Memahami Meski Tak Sehati, ..
Belajar Sabar Meski Terbebani, ..
Belajar Setia Meski Tergoda, ..

Belajar Memberi Meski Tak Seberapa, ..
Belajar Mengasihi Meski Disakiti, ..
Belajar Tenang Meski Gelisah, ..
Belajar Percaya Meski Susah, ..

Belajar dan Terus Belajar...
Belajar sampai pada akhirnya Allah yang menyempurnakan..
Aamiin!!

Janganlah pernah menyerah .... teruslah berjuang ......
Hidup bukanlah satu tujuan ..,melainkan perjalanan .....
Nikmatilah ..........

Hidup adalah tantangan .... Hadapilah....
Hidup adalah anugerah .... Terimalah....
Hidup adalah pertandingan .... Menangkanlah.....
Hidup adalah tugas ..... Selesaikanlah.....
Hidup adalah cita cita .... Capailah....
Hidup adalah misteri .... Singkapkanlah....
Hidup adalah kesempatan .... Ambilah....
Hidup adalah lagu .... Nyanyikanlah....
Hidup adalah janji .... Penuhilah....
Hidup adalah keindahan ... Bersyukurlah....
Hidup adalah teka teki .... Pecahkanlah....

Satu hal yang membuat kita bahagia adalah CINTA...

Dan satu hal yang membuat kita dewasa adalah MASALAH...
Dunia diciptakan untuk sebuah MASALAH...

Hadapilah sejuta MASALAH apa bila MASALAH itu bisa memberi manfaat kepada kita dan banyak orang di sekitar kita.....

Minggu, 03 Juni 2012

Penyuntikkan Insulin

Insulin dihasilkan oleh kalenjar pankreas pada tubuh kita, hormon insulin yang diproduksi oleh tubuh kita dikenal juga sebagai sebutan insulin endogen. Namun, ketika kalenjar pankreas mengalami gangguan sekresi guna memproduksi hormon insulin, disaat inilah tubuh membutuhkan hormon insulin dari luar tubuh, dapat berupa obat buatan manusia atau dikenal juga sebagai sebutan insulin eksogen.
Walaupun demikian, hanyalah sebagian dari diabetesein yang membutuhkan insulin eksogen. Seorang diabetesein yang menggunakan insulin eksogen sedikit banyak akan memerlukan beberapa informasi serba serbi insulin eksogen tersebut.

Mulai dari cara kerja insulin eksogen, mula kerjanya, waktu tercapainya efek insulin eksogen paling kuat, lama bekerjanya, dan waktu penyuntikan insulin eksogen disamping pengetahuan cara pemberian insulin eksogen dan cara penyimpanannya.

Keadaan Memerlukan Insulin Eksogen
Semua diabetesein diabetes tipe 1 memerlukan insulin eksogen karena produksi insulin oleh sel beta pada kalenjar pankreas tidak ada ataupun hampir tidak ada.

Diabetesein diabetes tipe 2 mungkin membutuhkan insulin eksogen apabila terapi jenis lain tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah. Selain itu, ada beberapa keadaan lain yang membutuhkan insulin eksogen :
  • Keadaan stress berat, seperti infeksi berat, pembedahan, serangan jantung, stroke.
  • Diabetes yang timbul dikala kehamilan, bila pengaturan makan saja tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah.
  • Keadaan ketoasidosis diabetik.
  • Sindroma hiperglikemia hiperosmolar non-keotik.
  • Gangguan fungsi hati atau ginjal yang berat.
  • Kontraindikasi atau alergi terhadap Obat Hipoglikemik Oral.

Insulin menolong tubuh untuk menggunakan glukosa yang berada di dalam darah. Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia), sedangkan kelebihan insulin dapat menyebabkan kadar glukosa terlalu rendah (hipoglikemia).

Tipe Insulin
Terdapat 4 buah insulin eksogen yang diproduksi dan dikategorikan berdasarkan puncak dan jangka waktu efeknya. Berikut keterangan jenis insulin eksogen :
  1. Insulin Eksogen kerja cepat.
  2. Insulin Eksogen  kerja pendek.
  3. Insulin Eksogen  kerja sedang.
  4. Insulin Eksogen campur antara kerja cepat & kerja sedang.
  5. Insulin Eksogen kerja panjang.
Teknik Penyuntikan Insulin
Sebelum menggunakan insulin, diabetesein ataupun keluarga tentunya perlu untuk diberikan pengetahuan dan wawasan mengenai cara dan prosedur menyuntikkan insulin eksogen;
  1. Sebelum menyuntikkan insulin, kedua tangan dan daerah yang akan disuntik haruslah bersih. Bersihkanlah dengan cairan alkohol 70% dengan menggunakan kapas bersih dan steril.
  2. Tutup vial insulin harus diusap dengan cairan alkohol 70%.
  3. Untuk semua insulin, kecuali insulin kerja cepat, harus digulung-gulung secara perlahan-lahan denga kedua telapak tangan. Hal ini bertujuan untuk melarutkan kembali suspensi. (JANGAN DIKOCOK).
  4. Ambillah udara sejumlah insulin yang akan diberikan. Lalu suntikkanlah ke dalam vial untuk mencegah terjadi ruang vakum dalam vial. Hal ini erutama diperlukan bila akan dipakai campuran insulin.
  5. Bila mencampur insulin kerja cepat dengan kerja cepat harus diambil terlebih dahulu.
  6. Setelah insulin masuk ke dalam alat suntik, periksa apakah mengandung gelembung atau tidak. Satu atau dua ketukan pada alat suntik dalam posisi tegak akan dapat mengurangi gelembung tersebut. Gelembung yang ada sebenarnya tidaklah terlalu membahayakan, namun dapat mengurangi dosis insulin.
  7. Penyuntikan dilakukan pada jaringan bawah kulit (subkutan). Pada umumnya suntikan dengan sudut 900. Pada pasien kurus dan anak-anak, kulit dijepit dan insulin disuntikkan dengan sudut 450 agar tidak terjadi penyuntikkan otot (intra muskular).

Perlu diperhatikan daerah mana saja yang dapat dijadikan tempat menyuntikkan insulin. Bila kadar glukosa darah tinggi, sebaiknya disuntikkan di daerah perut dimana penyerapan akan lebih cepat. Namun bila kondisi kadar glukosa pada darah rendah, hindarilah penyuntikkan pada  daerah perut.

Secara urutan, area proses penyerapan paling cepat adalah dari perut, lengan atas dan paha. Insulin akan diserap lebih cepat diserap apabila daerah suntikkan digerak-gerakkan. Penyuntikkan insulin pada satu daerah yang sama dapat mengurangi variasi penyerapan.

Penyuntikkan insulin selalu di daerah yang sama dapat merangsang terjadinya perlemakan dan dan menyebabkan gangguan penyerapan insulin. Daerah suntikkan sebaiknya berjarak 1inchi (+ 2,5cm)  dari daerah sebelumnya.

Lakukanlah rotasi di dalam satu daerah selama satu minggu, lalu baru pindah ke daerah yang lain.

Bila proses penyuntikkan terasa sakit atau mengalami perdarahan setelah proses penyuntikkan, maka daerah tersebut sebaiknya ditekan selama 5-8 detik. Untuk mengurangi rasa sakit pada waktu penyuntikkan dapat ditempuh usaha-usaha sebagai berikut:
  1. Menyuntik dengan suhu kamar
  2. Pastikan bahwa dalam alat suntik tidak terdapat gelembung udara
  3. Tunggulah sampai alkohol kering sebelum menyuntik
  4. Usahakanlah agar otot daerah yang akan disuntik tidak tegang
  5. Tusuklah kulit dengan cepat
  6. Jangan merubah arah suntikkan selama penyntikkan atau mencabut suntikan
  7. Jangan menggunakan jarum yang sudah tampak tumpul
Penyimpanan Insulin Eksogen
Bila belum dipakai :
Sebaiknya disimpan 2-8 derajat celcius (jangan sampai beku), di dalam gelap (seperti di lemari pendingin, namun hindari freezer.
Bila sedang dipakai :
Suhu ruang 25-30 derajat celcius cukup untuk menyimpan selama beberapa minggu, tetapi janganlah terkena sinar matahari.
Sinar matahari secara langsung dapat mempengaruhi percepatan kehilangan aktifitas biologik sampai 100 kai dari biasanya.
Suntikkan dalam bentuk pena dan insulin dalam suntikkan tidak perlu disimpan di lemari pendingin diantara 2 waktu pemberian suntikkan.

Bila tidak tersedia lemari pendingin, simpanlah insulin eksogen di tempat yang teduh dan gelap

Membangun Hidup Yang Lebih Baik Di Awali Dari Sikap Penulis : Harry Sutanto

Mengapa ada orang-orang di sekeliling kita menjadi lebih baik dari yang lain, padahal mereka tidak lebih baik dulunya dalam pendidikan atau status sosialnya bahkan miskin melarat? Bahkan dalam sebuah Negara pun sama. Mengapa ada Negara-negara yang miskin sumber daya alamnya tetapi mampu menjadi Negara maju? Kita bisa lihat contoh dari beberapa Negara seperti Singapura, Jepang, Korea dll. Mereka menjadi Negara maju meskipun tidak memiliki sumber daya alam. Apa yang membuat perbedaan semua itu? Itu adalah SIKAP. Benar, sikaplah yang membuat seseorang berbeda satu dengan yang lain, termasuk Negara. Bahkan seseorang yang memiliki bakat hebatpun belum tentu mencapai keberhasilan dalam hidupnya.Orang-orang yang berhasil dalam hidupnya adalah mereka memiliki sikap untuk tidak menerima apapun yang diberikan oleh nasib. Mereka mampu merespon setiap hal yang tidak baik yang terjadi dalam hidup nya untuk melakukan sesuatu agar mereka menjadi orang yang mereka inginkan. Sementara orang yang gagal menerima segala yang terjadi dengan mengatakan itulah nasib mereka, mereka pantas menerimanya.

William James dari Harvard University mengatakan, "Penemuan terbesar manusia adalah bahwa perubahan sikap dapat mengubah nasib seseorang". Sebuah penelitian yang dilakukan juga oleh Harvard university menemukan bahwa ketika seseorang mendapatkan pekerjaan, 85 % keberhasilannya di sebabkan oleh sikap mereka, dan hanya 15 % karena kepandaian dan pengetahuan mereka. Ibarat sebuah bangunan maka pondasi bangunan itu adalah sikap anda. Semakin tinggi bangunan tersebut semakin dalam pondasi yang di buat agar dapat berdiri kokoh. Begitu juga dengan manusia, Sikap andalah yang membuat anda sebagai manusia yang dapat menjadi aset terbesar atau bahkan beban terbesar bagi anda. George Bernard Shaw mengatakan, " Orang yang selalu menyalahkan keadaan atas apa yang terjadi pada mereka. Orang yang berhasil di dunia ini adalah orang yang mempelajari lagi dan mencari keadaan yang mereka inginkan dan, jika tidak menemukannya, mereka menciptakannya.

Apakah sikap itu? John C Maxwell mengatakan demikian, " Sikap adalah pelopor dari diri kita yang sesungguhnya. Akarnya berada di dalam batin tetapi buahnya diluar. Sikap adalah teman terbaik kita atau musuh terburuk kita. Sikap lebih jujur dan lebih konsisten daripada kata-kata kita. Sikap adalah pandangan luar berdasarkan pengalaman masa lalu. Sikap adalah hal yang menarik orang lain kepada diri kita atau mengusir mereka. Sikap tidak pernah puas sebelum dinyatakan. Sikap adalah ahli perpustakaan masa lalu kita. Sikap adalah jurubicara masa sekarang kita. Sikap adalah nabi masa depan kita.

Lalu bagaimana supaya Anda bisa membuat kehidupan ini menjadi lebih baik? Mulailah dengan memiliki sikap positip. Seperti tidak adanya penyakit, bukan berarti sehat, demikian pula tidak adanya negativitas bukan selalu berarti seseorang memiliki sikap positip. Tidak sakit bukan berarti sehat, demikian pula hanya tidak berpikir negatif bukan berarti seseorang memiliki sikap positip. Orang-orang dengan sikap positip mempunyai ciri kepribadian tertentu yang dengan mudah dapat di kenali. Mereka penuh perhatian, percaya diri, sabar dan rendah hati. Mereka memiliki harapan yang tinggi terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka mengusahakan hasil-hasil yang positip. Seseorang dengan sikap positip adalah seperti pohon yang berbuah di setiap musim. Ia selalu terbuka. Banyak manfaat dari sikap positip untuk meningkatkan  kualitas kehidupan kita. Sebaliknya, orang yang memiliki sikap negatif sulit memelihara persahabatan, pekerjaan, perkawinan dan  hubungan dengan orang lain.di dunia ini. Mereka menciptakan lingkungan negatif di rumah dan di tempat kerja, serta menjadi beban masyarakat. Mereka juga menularkan perilaku negatif kepada orang-orang lain di sekitar mereka dan bagi generasi masa depan.

Cara Anda memandang kehidupan ini berkaitan dengan sikap Anda. Salah satu kisah yang paling saya sukai  adalah tentang seorang kakek dan nenek yang mengunjungi cucu-cucunya. Setiap petang si Kakek berbaring untuk tidur siang. Pada suatu hari, untuk bergurau, anak-anak memutuskan untuk mengoles mentega pada kumis kakeknya. Segera si kakek terbangun dan mengendus-endus. "Wah, kamar ini bau busuk," serunya sambil bangun dan pergi ke dapur. Tidak lama kemudian dia menyimpulkan bahwa dapur juga bau tidak sedap, maka dia pergi ke luar untuk menghirup udara segar. Alangkah heran si kakek, udara di luar rumah juga tidak memberinya kesegaran, dan dia berseru, "Seluruh dunia berbau busuk!" Sungguh benar hal itu dalam kehidupan. Kalau kita membawa-bawa mentega dalam sikap kita, maka seluruh dunia berbau busuk.

Oleh karena itu mulailah berubah. Sifat manusia pada umumnya adalah tidak menyukai perubahan. Perubahan memang tidak menyenangkan. Apapun efeknya, baik positif dan negatif, perubahaan menimbulkan stress. Kadang-kadang kita merasa begitu betah dengan negativitas kita, bahkan ketika perubahan yang kita lakukan adalah untuk sesuatu yang positif sekalipun, kita tidak dapat menerimanya. Kita memilih tetap memelihara sikap negatif. Ada contoh cerita tentang seorang narapidana yang sudah bertahun-tahun di kurung dalam sel yang gelap. Setelah selesai menjalankan masa hukumannya, ia memperoleh kebebasan. Ia dibawa keluar dari selnya, kebawah sinar matahari alam terbuka. Orang ini memandang sekelilingnya dan setelah beberapa saat ia tiadk menyukai kebebasan yang baru diperolehnya, kemudian ia meminta untuk dimasukkan kembali ke dalam selnya. Baginya, sel yang gelap, rantai dan kegelapan, lebih aman dan nyaman dibandingkan perubahaan kebebasan dan alam terbuka. Tanyakan pada diri Anda untuk menguji sikap Anda  dengan menjawab pertanyaan ini : "Apakah Anda merasa dunia Anda memperlakukan Anda dengan baik?" Kalau sikap Anda terhadap dunia baik, Anda akan menerima hasil yang baik. Kalau Anda merasa biasa-biasa saja tentang dunia, tanggapan bagi Anda dari dunia juga hanya akan bertingkat biasa-biasa saja. Kalau Anda punya perasaan yang buruk tentang dunia, maka Anda rasanya hanya mendapat umpan balik negatif dari kehidupan.

Sebagai penutup, saya menyarankan mulailah dari saat ini Anda lah yang bertanggung jawab atas sikap Anda sendiri.Kita harus menerima tanggung jawab itu sepanjang hidup kita. Jangan menyalahkan orang lain atau apapun, kecuali diri kita sendiri. Setiap pagi, kita lah yang menentukan pilihan sikap kita terhadap kehidupan. Kita harus berani menerima tanggung jawab atas perilaku dan tindakan-tindakan kita. Tinggalkan masa lalu Anda, bersihkan diri Anda. Kembalilah ke jalur yang benar. Satukan impian-impian Anda dan majulah. Tidak ada orang yang mampu merubah hidup Anda menjadi lebih baik kecuali Anda sendiri yang melakukannya.


Penulis adalah seorang pengusaha & motivator