Halaman

Selasa, 15 Mei 2012

ALUR PROSES BERNAFAS

Sistem respirasi bekerja melalui 3 tahapan yaitu :

1. Ventilasi
2. Difusi
3. Transportasi

 
Ventilasi

  • Ventilasi merupakan proses pertukaran udara antara atmosfer dengan alveoli.
  • Proses ini terdiri dari inspirasi (masuknya udara ke paru-paru) dan ekspirasi (keluarnya udara dari paru-paru).
  • Ventilasi terjadi karena adanya perubahan tekanan intra pulmonal,
  • Pada saat inspirasi tekanan intra pulmonal lebih rendah dari tekanan atmosfer sehingga udara dari atmosfer akan terhisap ke dalam paru-paru ini terjadi karena otot otot respirasi lagi kontraksi OK.
  • Sebaliknya pada saat ekspirasi tekanan intrapulmonal menjadi lebih tinggi dari atmosfer sehingga udara akan tertiup keluar dari paru-paru ini karena otot OATR maupun otot diafragma lagi relaksasi .    
  • Sekali lagi perubahan tekanan intrapulmonal tersebut disebabkan karena perubahan volume thorax
  • Perubahan volume thorax (volume rongga dada) terjadi akibat kerja dari otot-otot pernafasan dan diafragma.
  • Pada saat inspirasi terjadi kontraksi dari otot-otot insiprasi (muskulus interkostalis eksternus dan diafragma) sehingga terjadi elevasi dari tulang-tulang kostae dan menyebabkan peningkatan volume cavum thorax (rongga dada), secara bersamaan paru-paru juga akan ikut mengembang sehingga tekanan intra pulmonal menurun dan udara terhirup ke dalam paru-paru
  • Masuknya udara itu kita sebut Inspirasi
  • Dari proses inilah terjadi pertukaran udara /respirasi secara eksternal di alveolus antara CO2 darah di pembuluh darah dengan O2 di alveolus 
  • Setelah inspirasi normal biasanya kita masih bisa menghirup udara dalam-dalam (menarik nafas dalam)
  • Hal ini dimungkinkan karena kerja dari otot-otot tambahan isnpirasi yaitu muskulus sterno kleido mastoideus dan muskulus skalenus.
  • Maka kemudian muncul istilah UPUKUCUR
  • Udara Pernafasan 500 cc - (UP)
  • Udara Komplementer 1500 cc (UK)
  • Udara Cadangan 1500 cc (UC)
  • Udara Residu 1000 cc (UR)
  • Kapasitas Vital Paru 3500cc (KVP)
  • Volume Total Paru 4500 cc ( VTP)
  • Ekspirasi merupakan proses yang pasif dimana setelah terjadi pengembangan cavum thorax akibat kerja otot-otot inspirasi maka setelah otot-otot tersebut relaksasi maka terjadilah ekspirasi.
  • Tetapi setelah ekspirasi normal, kitapun masih bisa menghembuskan nafas dalam-dalam karena adanya kerja dari otot-otot ekspirasi yaitu muskulus interkostalis internus dan muskulus abdominis.
  • Kerja dari otot-otot pernafasan disebabkan karena adanya perintah dari pusat pernafasan (medula oblongata) pada otak.
  • Medula oblongata terdiri dari sekelompok neuron inspirasi dan ekspirasi.
  • Eksitasi neuron-neuron inspirasi akan dilanjutkan dengan eksitasi pada neuron-neuron ekspirasi serta inhibisi terhadap neuron-neuron inspirasi sehingga terjadilah peristiwa inspirasi yang diikuti dengan peristiwa ekspirasi.
  • Area inspirasi dan area ekspirasi ini terdapat pada daerah berirama medula (medulla rithmicity) yang menyebabkan irama pernafasan berjalan teratur dengan perbandingan 2 : 3 (inspirasi : ekspirasi).

Ventilasi dipengaruhi oleh :

  1. Kadar oksigen pada atmosfer
  2. Kebersihan jalan nafas
  3. Daya recoil & complience (kembang kempis) dari paru-paru
  4. Pusat pernafasan

  • Fleksibilitas paru sangat penting dalam proses ventilasi.
  • Fleksibilitas paru dijaga oleh surfaktan.
  • Surfaktan merupakan campuran lipoprotein yang dikeluarkan sel sekretori alveoli pada bagian epitel alveolus dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan alveolus yang disebabkan karena daya tarik menarik molekul air & mencegah kolaps alveoli dengan cara membentuk lapisan monomolekuler antara lapisan cairan dan udara.

Energi yang diperlukan untuk ventilasi adalah 2 – 3% energi total yang dibentuk oleh tubuh. Kebutuhan energi ini akan meningkat saat olah raga berat, bisa mencapai 25 kali lipat.

Saat terjadi ventilasi maka volume udara yang keluar masuk antara atmosfer dan paru-paru dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar